MAKALAH
TRANSLASI MATA UANG ASING
Disusun Oleh :
ASTRI NOVITA
SARI (4EB28/ 21213456)
Dosen
Pengajar :
Budiasih SE., MM
Mata Kuliah :
Akuntansi
Internasional
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Translasi mata uang asing tidak sama dengan konversi, yaitu
translasi mata uang secara fisik. Translasi mata uang asing merupakan translasi
sederhana dalam ekspresi moneter, seperti saat neraca menggunakan
poundsterling Inggris kemudian disajikan ulang dalam pedanannya dolar AS.
Tidak terjadi translasi secara fisik dan tidak ada transaksi yang dapat
dihitung seperti pada konversi.
Transaksi mata uang bisa terjadi langsung di pasar spot, pasar
forward atau pasar swap.
· Kurs pasar spot dipengaruhi berbagai factor, termasuk juga
perbedaan tingkat inflasi antar Negara, perbedaan pada saham nasional dan
espektasi mengenai arah tingkat mata uang selanjutnya, kurs ini bersifat
langsung atau tidak langsung.
1. Kurs pada pasar forward adalah persetujuan
untuk mentranslasikan sejumlah mata uang yang telah ditetapkan untuk masa yang
akan dating. Transaksi pada pasar forward mendapatkan potongan atau premi dari
pasar spot atau sebagai tingkat pasar forward.
2. Transaksi kurs swap melibatkan pembelian
spot dan penjualan forward yang simultan atau penjualan forward yang simultan
atau penjualan spot dan pembelian forward mata uang.
Masalah
Jika nilai tukar mata uang asing relatif stabil. translasi mata uang asing
keuangan tidak akan sulit daripada mentranslasikan perinchi atau kaki terhadap
pedanannya metric tersebut. Bagaimanapun, nilai tukar tidak pernah stabil.
Sistem keuangan pada kebanyakan negara industri sangat bebas dalam menentukan
nilai mereka sendiri pada pasar saham.
Pengembangan Akutansi
Translasi Mata Uang Asing
Beberapa perspektif historis tentang akutansi Translasi Mata Uang
Asing di Negara amerika sebagai berikut:
1. Pra 1965
Praktik
translasi mata uang asing masih dipandu oleh bab 12 dari Accounting Research
Bulletin No 43
2. 1965-1975
Translasi
mata uang asing seluruh pembayaran dan penerimaan mata uang asing pada kurs
saat ini diperbolehkan setelah Accounting Principles Board Opinion No 6
dikeluarkan pada tahun 1965.
3. 1975-1981
FASB
mengeluarkan FAS no 8 pada tahun 1975.
4. 1981-sekarang
FASB
mengeluarkan Statement of Financial Accounting Standards no 52 tahun
1981.
Alasan Translasi Mata Uang
Asing
Translasi mata uang asing adalah proses pelaporan informasi
keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya. Translasi mata uang asing
dilakukan untuk mempersiapkan laporan keuangan gabungan yang memberikan laporan
pada pembaca informasi mengenai oprasional perusahaan secara global, dengan
memperhitungkan laporan keuangan mata uang asing dari anak perusahaan terhadap
mata uang asing induk perusahaan.
Tiga alasan tambahan dilakukannya
translasi mata uang asing yaitu:
1. Mencatat translasi mata uang asing
2. Memperhitungkan efeknya perusahaan
terhadap translasi mata uang asing, dan
3. Berkomunikasi dengan peminat saham asing
Efek Laporan Keuangan
Terhadap Kurs Alternatif Translasi Mata Uang Asing
Tiga kurs translasi yang digunakan untuk mentranslasikan maraca
mata uang asing terhadap mata uang domestik yaitu:
1. Kurs saat ini, kurs yang berlaku pada
tanggal laporan keuangan.
2. Kurs historis, translasi mata uang yang
berlaku saat aseets dengan mata uang pertama kali didapatkn atau saat kewajiban
dengan mata uang asing pertama kali muncul.
3. Lurs rata rata, nilai rata-rata biasa atau
dengan pembobotan baik pada kurs historis atau saat ini.
Tipe dalam penyesuaian tukar menukar
Kriteria mata uang fungsional
| Faktor Ekonomi |
Mata Uang Lokal Sebagai Mata
Uang Fungsional |
Mata Uang Induk Perusahaan
Sebagai Mata Uang Fungsional |
|
| Arus Kas |
Menggunakan mata uang lokal dan
tidak berpengaruh terhadap arus kas |
Berpengaruh secara langsung
terhadap arus kas dan dikembalikan ke induk perusahaan |
|
| Harga Jual |
Sangat tidak peduli dengan
tingkat perubahan nilai tukar dan diatur oleh kompeasi lokal |
Respinsif terhadap perubahan
nilai tukar dan dilakukan oleh kompetisi internasional |
|
| Harga Pasar |
Kebanyakan pada negara adidaya
dan menggunakan mata uang lokal |
Kebanyakan pada negara induk
dan menggunakan mata uang induk |
|
| Anggaran Biaya |
Sering terjadi pada daerah
local |
Sangat berkaitan dengan faktor
produktif yang diberikan dari induk perusahaan |
|
| Keuangan |
Menggunakan mata uang lokal dan
dilayani oleh operasional local |
Diberikan oleh induk perusahaan
atau bergantung pada induk perusahaan agar memenuhi keajaiban jangka panjang |
|
| Internal Perusahaan |
Jarang, tidak ekstensif |
Sering kali 4 transaksi yang
eksentif |
|
·
Perspektif
Transaksi Tunggal
Pada
transaksi tunggal, penyesuaian nilai tukar baik stabil atau tidak dimasukkan
sebagai penyesuaian terhadap pembukuan transaksi awal dengan alasan bahwa
transaksi dan perjanjiannya merupakan kejadian tunggal.
·
Perspektif
Ganda
Pada
transaksi ganda, penerimaan piutang mempertimbangkan kejadian yang terpisah
dari penjualan yang memberikan tambahan pendapatan.
Translasi Mata Uang Asing
o
Metode
Nilai Tukar Tunggal
Metode ini
mengaplikasikan nilai tukar tunggal, harga penutupan atau harga saat itu
terhadap saham dan hutang asing. Pendapatan dan beban biasanya ditranslasikan
oleh rata rata nilai tukar saat itu pada setiap periode.
o
Metode
Current-Noncurrent
Pada metode
ini, asset lancar yang dimiliki anak perusahaan saat itu dan utang lancar
ditranslasikan ke dalam mata uang induk perusahaan mereka pada laporan
keuangannya dengan kurs saat ini.
o
Metode
Moneter-Nonmoneter
Metode ini
menggunakan skema klasifikasi neraca untuk menukarkan nilai tukar mata uang
asing yang sesuai.
o
Metode
Kurs Sementara
Dengan metode
ini, translasi mata uang asing tidak merubah sifat sebuah item yang dihitung,
hal tersebut hanya merubah unit peruntungannya saja. Dengan kata lain,
translasi mata uang asing neraca disajikan ulang menggunakan mata uang item
tersebut, tetapi bukan penilaian aktual.
o
Metode
Nilai Tukar Ganda
Metode ini
mengkombinasikan kurs saat ini dan kurs historis dalam proses transalasi mata
uang asingnya.
Keuntungan dan Kerugian
Translasi Mata Uang Asing
Pendekatan akutansi untuk penyesuaian translasi mata uang asing
yaitu:
1. Penangguhan
2. Penangguhan dan Amortitasi
3. Penangguhan Sebagian
4. Tidak Ada Penangguhan
Gambaran Standar No. 52/
Standar Akuntansi Internasional 21.
·
Translasi
Saat Mata Uang Local Adalah Mata Uang Fungsional.
Prosedur kurs saat ini digunakan adalah:
1. Seluruh aset dan kewajiban asing yang
ditranslasikan terhadap dolar menggunakan nilai tukar yang berlaku pada tanggal
tanggal neraca. Akun modal ditranslasikan pada kurs historis.
2. Pendapatan dan beban ditranslasikan
menggunakan nilai tukar yang berlaku pada waktu translasi, walaupun nilai tukar
rata-rata tambahan dapat digunakan untuk kelayakan.
3. Keuntungan dan kerugian dilaporkan dalam
komponen ekuitas gabungan pemegang saham yang terpisah. Penyesuaian nilai tukar
tersebut tidak dimasukan kedalam laporan laba rugi higga operasional luar negri
telah terjual atau investasi telah diputuskan tidak bernilai.
·
Translasi
Saat Mata Uang Induk Perusahaan Adalah Mata Uang Fungsional.
1. Aset dan kewajiban moneter serta
nonmoneter bernilai pada harga pasar saat itu ditranslasikan menggunakan nilai
tukar yang berlaku pada saat laporan keuangan, item nonmoneter lainnya dan
modal ditranslasikan pada kurs historis.
2. Pendapatan dan beban ditranslasikan
menggunakan nilai tukar rata-rata untuk periode kecuali item yang berhubungan
dengan item nonmoneter yang ditranslasikan menggunakan kurs historis.
3. Keuntungan dan kerugian translasi mata
uang asing direfleksikan dalam pendapatan lancar.
Translasi saat mata uang
asing adalah mata uang fungsional.
Usaha gabungan asing mungkin akan tetap
mencatat pmbukuanta dalam satu mata uang asing saat mata uang fungsionalnya
adalah mata uang asing lain. Dalam situasi ini, laporan keuangan akan dihitung
ulang dari mata uang local ke dalam mata uang fungsional (metode kurs
sementara) lalu ditranslasikan ke dalam dollar AS menggunakan metode kurs saat
ini.
Permasalahan Perhitungan
1. Perspektif Laporan
2. Harga Perolehan
3. Konsep Pendapatan
4. Laba Terkelola
Translasi Mata Uang Asing
Dan Inflasi
Hubungan terbalik antara tingkat inflasi sebuah Negara dengan nilai eksternal
mata uangnya telah ditunjukan secara empiris. Sehingga penggunaan kurs saat ini
untuk mentranslasikan biaya aset nonmoneter yang bertempat dalam kondisi yang
cenderung berinflasi akan menghasilkan paclanannya mata uang dosmetik jauh
dibawah nilai aslinya.
Translasi Mata Uang Asing
Dimana Saja
Gambaran kurs dalam standar kanada (Cica 1960) focus terhadap utang asing
jangka panjang. Keuntungan dan kerugian dari translasi mata uang asing
ditangguhkan dan diamortitasi karena tidak diakui sebagai pendapatan.
Perbedaan antara Inggris dan Amerika Serikat, di Inggris laporan keuangan harus
disesuaikan terlebih dahulu terhadap level harga saat itu lalu ditranslasikan
menggunakan kurs saat ini. AS menggunakan kurs sementara.
Terdapat perbedaan ias 21 revisi dan ias no 25. Pada ias no 21 laporan keuangan
anak perusahaan yang berbeda dinegara dengan inflasi tinggi harus disesuaikan
untuk merefleksikan perubahan dalam harga secara umum sebelum translasi mata
uang asing standard yang dilakukan inggris.
SUMBER ;


No comments:
Post a Comment