MAKALAH
AKUNTANSI
KOMPARATIF

Disusun
Oleh:
Astri
Novita Sari
(21213456)
KELAS
4EB28
FAKULTAS
EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI
Mata
Kuliah: Akuntansi Internasional
Dosen:
Budiasih, SE, MM
Universitas
Gunadarma
BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Akuntansi
keuangan dipengaruhi oleh lingkungan di mana ia digunakan. Setiap bangsa
memiliki sejarah, norma, budaya, serta sistem politik dan ekonomi yang berbeda,
yang terdapat pada tingkatan yang beragam dalam perkembangan ekonomi.
Pengaruh-pengaruh ini berinteraksi satu sama lain dan berdampak pada
perkembangan dan aplikasi praktek akuntansi keuangan dan pelaporannya.
Standar
akuntansi adalah regulasi atau aturan (termasuk pula hukum dan anggaran dasar)
yang mengatur penyusunan laporan keuangan. Penetapan standar adalah proses
perumusan atau formulasi standar akuntansi.
Penetapan
standar akuntansi melibatkan gabungan kelompok sektor swasta yang meliputi
profesi akuntansi, pengguna dan penyusun lapotan keuangan, para karyawan dan
kelompok publik yang meliputi badan-badan seperti otoritas pajak, kementrian
yang bertanggung jawab atas hukum komersial dan komisi pasar modal. Bursa efek
yang merupakan sektor swasta atau publik juga mempengaruhi proses tersebut. Di
Negara-negara hukum umum, sektor swasta lebih berpengaruh dan profesi auditing
cenderung untuk dapat mengatur sendiri dan untuk lebih dapat melakukan
pertimbangan atas atestasi terhadap penyajian wajar laporan keuangan. Di
Negara-negara hukum kode, sektor publik lebih berpengaruh dan profesi akuntansi
cenderung untuk lebih diatur oleh Negara. Hal ini yang menyebabkan mengapa
standar akuntansi berbeda-beda di seluruh dunia.
Untuk
memperoleh gambaran yang lengkap mengenai bagaimana akuntansi bekerja di suatu
Negara, kita harus memberikan perhatian terhadap proses penerapan standar
akuntansi, standar akuntansi yang dihasilkan dan praktik sebenarnya. Auditing
menambah kredibilitas laporan keuangan. Dengan demikian, kita juga harus
membahas peranan dan tujuan auditing di Negara-negara yang akan dibahas.
Dalam
akuntansi komparatif pertama ini akan membahas sistem akuntansi nasional di empatNegara
yaitu : Republik Ceko, Perancis, dan Belanda.
2. RUMUSAN MASALAH
1.
Bagaimana pelaporan
keungan tersebut diwajibkan dan dipaksa pada empat Negara maju (Republik Ceko,
Perancis, dan Belanda)?
BAB II
PEMBAHASAN
Alasan mengapa negara-negara tersebut yang menjadi fokus
dalam akuntansi komparatif Eropa:
1.
Perancis, Jerman,
dan Belanda merupakan anggota asli di Masyarakat Ekonomi Eropa (Europan
Economic Community) saat didirikan pad atahun 1957. Lalu Inggris bergabung pada
tahun 1973. Keempat negara tersebut adalah beberapa pendiri International
Accounting Standart Committee (lebih dikenal dengan International Accounting
Standart Board / IASB)
2.
Republik Ceko
merupakan negara yang perekonomian terbilang “berkembang”. Pada tahun 1989 saat
blok Soviet terpecah, negara ini berubah dari ekonomi terencana menjadi ekonomi
pasar.
Sistem
Akuntansi Keuangan Tiga Negara
1.
Perancis
Perancis merupakan penyokong paling utama dunia dalam
kesamaan akuntansi nasional. Menteri ekonomi nasional Perancis menyetujui Plan
Comptable General (Undang-Undang Akuntansi Nasional) yang berisi:
a.
Tujuan dan prinsip
laporan dan akuntansi keuangan
b.
Definisi asset,
uutang, ekuitas pemegang saham, pendapatan, dan pengeluaran
c.
Aturan-aturan
valuasi dan pengakuan
d.
Daftar akun,
persyaratan penggunaannya, dan persyaratan tata buku lainnya yang telah distandarisasi
e.
Contoh laporan
keuangan dan peraturan presentasinya.
Dasar utama untuk regulasi akuntansi di Perancis adalah
Undang-Undang Akuntansi 1983 da Dekrit Akuntansi 1983 yang menjadikan Plan
Compatble General suatu kewajiban bagi semua perusahaan. Catatan akuntansi yang
secara hukum memberikan bukti dan verifikasi, dianggap sebagai sumber informasi
untuk pengambilan keputusan. Undang-undang perpajakan sangat mempengaruhi
akuntansi di Perancis, pengeluaran bisnis bisa dikurangi untuk pajak hanya jika
benar-benar dilakukan dalam laporan keuangan tahunan.
Regulasi dan
Pelaksanaan Akuntansi
Ada 5 perusahaan besar yang terlibat dalam penyusunan
standar di Perancis:
a.
Counseil National de
la Compatible atau CNC (Badan Akuntansi Nasinal)
b.
Comite de la
Reglementation Cmpatable atau CRC (Komite Regulasi Akuntansi)
c.
Autorite des Marches
Financiers aau AMF (Otoritas Pasar Publik)
d.
Order des
Express-Comptable atau OEC (Institut Akuntan Publik
e.
Compagnic Nationale
des Commissaires aux Comtes atau CNCC (institut Nasional Undang-Undang Auditor)
CNC terdiri dari 58 anggota yang mewakili profesi
akuntansi, pegawai sipil, dan atasan, persatuan dagang, dan kelompok-kelompok
sektor swasta lainnya. CNC mengonsultasikan masalah-masalah akuntansi yang
memerlukan reglasi, tetapi tidak memiliki kekuatan pengaturan atau pelaksanaan.
Oleh karena kebutuhan akan cara penyediaan otoritas
pengaturan yang cepat unstuk standarisasi, maka CRC didirikan pad atahun 1998
yang merubah peraturan dan rekomendasi CNC menjadi regulasi yang mengikat.
Regulasi CRC dipublikasikan dalam official journal of the French telah mendapat
persetujuan menteri. Jadi, CRC memiliki
kekuatan pengaturan yang sebenarnya.
Profesi akuntansi dan audit telah lama dipisahkan.
Akuntan dan auditor Perancis diwakili dua badan yakni OEC dan CNCC. Keduanya
berpartisipasi dalam pengembangan standar akuntansi melalui CNC dan CRC yang
mewakili Perancis dalam IASB
CNCC mengeluarkan sebuah buku pegangan anggota yang
berisi standar profesional yang ekstensif dan mengeluarkan pula bulletin
informasi yang memmmberikan bantuan teknis.
AMF bertanggung jawab untuk mengatasi audit
perusahaan-perusahaan yang terdaftar. Namun, AMF tergantung pada komite CNC,
CENA untu melakukan tinjauan mutu audit demi kepentingannya. Dengan penetapa
bersama AMF, CENA memeriksa audit dari setiap perusahaan yang terdaftar,
sedikitnya sekali dalam 6 tahun. Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan dalam
kasus-kasus dimana pekerjaan auditor dianggap tidaklah sempurna.
Patokan
Akuntansi
Semua
perusahan Perancis harus mengikuti regulasi tetap dari ketentuan pada tingkat
perusahaan pribadi. Akuntansi untuk perusahaan pribadi merupakan dasar hukum
untuk membagikan deviden dan menghitung penghasilan wajib pajak. Terdapat
beberapa pengecualian, aturan Perancis mengenai laporan keuangan gabungan yang
mengikuti pendekatan isi pokok laporan kewajaran penyajian daripada bentuknya.
Pengecualian tersebut yani bawa utang untuk kepentingan pasca pekerjaan tidak
harus diakui dan pinjaman keuangan tidak perlu dikapitalisasi.
2.
Belanda
Akuntansi di Belanda memiliki beberapa
paradox yang menarik. Belanda memiliki ketentuan akuntansi dan pelaporan
keuangan yang relative permisif, tetapi standar praktik professional yang
sangat tinggi.
Belanda memiliki Undang-Undang Akuntansi
dan persyaratan laporan keuangan yang cukup bebas tetapi standar praktik
profesional yang sangat tinggi. Akuntansinyya diorientasikan ke arah kewajaran
penyajian. Laporan keuangan dan akutansi pajak merupakan dua aktifitas yang
terpisah. Inggris dan Amerika telah mempengaruhi akuntansi Belanda. Akuntansi
di Belanda dianggap sebagai sebuah cabang ekonomi, banyak pemikiran dicurahkan
untuk topik akuntansi. Pemikiran akademis memiliki pengaruh dalam praktik
berjalan. Belanda merupakan penyokong awal dari Standar Internasional untuk
akuntansi laporan keuangan dan laporan IASB
Regulasi
dan Pelaksanaan Akuntansi
Belanda memiliki undang-undang akuntansi
dan persyaratan laporan keuangan yang cukup bebas tapi standar praktik
profesional yang sangat tinggi. Belanda merupakan negara hukum, namun
akuntansinya berorientasi pada penyajian wajar. Pelaporan keuangan dan akuntansi
pajak merupakan dua aktivitas terpisah. Lebih lanjut lagi, orientasi kewajaran
berkembang tanpa adanya pengaruh dari pasar saham. Inggris dan Amerika Serikat
telah mempengaruhi akuntansi Belanda sama seperti negara-negara Eropa
continental lainnya, dan tidak seperti Negara continental lainnya, profesi
akuntansi memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap standard dan aturan
akuntansi.
Regulasi di Belanda tetap liberal hingga
tahun 1970 ketika Undang-undang Laporan Keuangan Tahunan diberlakukan.
Undang-undang tersebut merupakan bagian dari program besar perubahan dalam
bidang hukum perusahaan dan diperkenalkan sebagian untuk mencerminkan
harmonisasi hukum perusahaan di dalam UE yang akan terjadi. Di antara provisi
utama Undang-undang tahun 1970 tersebut adalah sebagai berikut :
a.
Laporan keuangan
tahunan harus menunjukkan gambaran yang wajar mengenai posisi dan hasil
keuangan selama suatu tahun, dan seluruh pos di dalamnya harus dikelompokkan
dan dijelaskan secara memadai
b.Laporan keuangan harus disusun sesuai dengan praktik
usaha yang baik (yaitu prinsip akuntansi dapat diterima oleh kalangan usaha)
c.
Dasar penyajian
aktiva dan kewajiban dan penentuan hasil operasi harus diungkapkan
d.
Laporan keuangan
harus disusun sesuai dengan dasar yang konsisten dan pengaruh material dari
perubahan dalam prinsip akuntansi harus diungkapkan secukupnya
e.
Informasi keuangan
komparatif untuk periode sebelumnya harus diungkapkan dalam laporan keuangan
dan catatan kaki yang menyertainya
Laporan
Keuangan
Kualitas pelaporan keuangan Belanda
sangat seragam. Laporan keuangan wajib harus disusun dalam bahasa Belanda. Namun,
dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Jerman dapat diterima. Laporan keuangan
harus memuat Neraca, Laporan Laba Rugi, Catatan-catatan, Laporan Direksi, dan
Informasi lain yang direkomendasikan. Laporan arus kas tidak diwajibkan, tetapi
direkomendasikan oleh sebuah tuntunan dewan dan kebanyakan perusahaan Belanda
membuatnya. Catatan laporan keuangan harus menjelaskan prinsip akuntansi yang
digunakan dalam penilaian dan penetapan hasil dan alasan-alasan dibalik setiap
perubahan akuntansi yang dilakukan. Laporan direksi mengevaluasi posisi
keuangan pada tanggal neraca dan kinerja selama tahun keuangan. Selain itu juga
memberikan informasi mengenai kinerja yang diharapkan selama tahun keuangan
yang baru dan komentar atas setiap peristiwa setelah tanggal neraca yang
signifikan. “Informasi lain yang direkomendasikan” harus mencakup laporan
auditor dan penyisihan laba untuk tahun berjalan.
Pengukuran
Akuntansi
Fleksibilitas Belanda dalam pengukuran
akuntansi dapat dilihat dengan diperbolehkannya penggunaan nilai kini untuk
aktiva berwujud seperti persediaan dan aktiva yang disusutkan. Karena
perusahaan-perusahaan Belanda memiliki fleksibilitas dalam menerapkan aturan
pengukuran, dapat diduga bahwa terdapat kesempatan untuk melakukan perataan
laba. Pos-pos tertentu dapat mengabaikan laporan laba rugi dan langsung
disesuaikan terhadap cadangan dalam ekuitas pemegang saham. Hal ini antara lain
:
a.
Kerugian akibat
bencana yang tidak mungkin atau tidak umum diasuransikan
b.
Kerugian akibat
nasionalisasi atau sejenis penyitaan lainnya
c.
Konsekuensi akibat
restrukturisasi keuangan
3.
Republik Ceko
Akuntansi di negara Ceko telah berganti
arah beberapa kali, seiring dengan sejarah politik negaranya. Praktik dan
prinsip akuntansinya digambarkan oleh negara-negara berbahasa Jerman di Eropa
hingga akhir perang dunia II. Selanjutnya dengan pembangunan sebuah ekonomi
sentral, praktik akuntansi didasarkan pada contoh Soviet.
Regulasi dan
Pelaksanaan Akuntansi
Akuntansi di Republik Ceko telah berubah arah selama
beberapa kali pada abad ke-20, yang mencerminkan sejarah politiknya. Praktik
dan prinsip akuntansi mencerminkan praktik dan prinsip akuntansi yang dianut
Negara-negara Eropa yang berbahasa Jerman hingga akhir Perang Dunia II.
Kemudian, karena perekonomian terencana oleh pusat sedang dibangun, praktik
akuntansi didasarkan pada model Soviet. Kebutuhan administrasi berbagai
pemerintah pusat dipenuhi melalui karakteristik seperti daftar akun yang
seragam, metode akuntansi yang detail dan laporan keuangan yang seragam, yang
wajib dibuat oleh seluruh perusahaan.
Akuntansi di Ceko dipengaruhi oleh Hukum Komersial,
Undang-undang akuntansi, dan Keputusan Kementrian Keuangan. Bursa Efek memiliki
pengaruh yang kecil dan meskipun Hukum Komersial berasal dari Jerman, peraturan
pajak tidak berpengaruh secara langsung. Penyajian benar dan wajar yang diatur
dalam undang-undang akuntansi dan diambil dari Direktif UE diinterpretasikan
dengan maksud bahwa akun pajak dan akun keuangan diperlukan secara beda. Undang-undang
auditor disahkan pada tahun 1988. Suatu audit atas laporan keuangan diwajibkan
untuk seluruh perusahaan perseroan dan perusahaan dengan kewajiban terbatas
yang besar.
Laporan
Keuangan
Laporan
keuangan harus bersifat komparatif, terdiri dari : Neraca, Akun laba dan rugi
(laporan laba rugi) dan Catatan. Laporan keuangan disetujui dalam rapat tahunan
pemegang saham. Perusahaan yang sahamnya tercatat juga diharuskan untuk
menyajikan laporan keuangan per kuartal.perusahaan-perusahaan Di Ceko juga memiliki
opsi untuk menggunakan IAS/ IFRS atau standar akuntansi Ceko pada saat menyusun
laporan keuangan konsolidasi. Namun demikian, perusahaan yang tercatat dalam
Pasar Utama Bursa Efek Praha diwajibkan untuk menyusun laporan keuangan yang
diaudit sesuai dengan IAS/ IFRS.
Sumber:
http://diah17.blogspot.co.id/2015/03/bab-3-akuntansi-komparatif-eropa.html
http://astrisridayanti.blogspot.co.id/2015/04/akuntansi-internasional-akuntansi.html
Sumber:
http://diah17.blogspot.co.id/2015/03/bab-3-akuntansi-komparatif-eropa.html
http://astrisridayanti.blogspot.co.id/2015/04/akuntansi-internasional-akuntansi.html